Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

[Puisi] Kunciku

Apakah kau tau? Kini ku tersesat, tapi siapa peduli Terjebak di dalam duniaku sendiri Berawal dari mengasingkan jadilah terasingkan Terseret dan lupa jalan pulang Tolong! Tolong! Tolong! Apakah ada yang mendengar ku? Jelas sekali tidak satu orang pun Mengapa? Sebab yang berbicara bukan mulutmu melainkan hati kecilmu Hati kecil dan jiwaku seraya berteriak Memohon, meminta dan menunggu Tampak seperti bungkam, nyatanya berontak Akankah ada yang menolongku? Sunyi menyelinap di setiap malam ku Resah dan risih yang ku rasa Entah dari mana itu berasal Yang jelas sampai kapan diriku seperti ini! Aku pun tak tau.. Kunciku berada di sujud sepertiga malamku Apa yang ku rasa bercampur menjadi satu Melebur dan hilang begitu saja  Menjadi tetesan air mata sang perindu sepertiga malam Hampa sirna seketika Sunyi menjadi haru Menanti waktu dimana hanya aku dengan-Nya Berbicara seakan dekat adanya Oleh : Hafidzah Diina Hakiki (Kader PK IMM FIP UMJ)

[Puisi] Resah

didalam diri yang lelah disetiap hati yang resah dimana sebuah rasa merajalela tak henti memanggil seperti orang gila dimana saya tidak lagi percaya apalagi dengan saya sendiri padahal penyebabnya saja  saya tidak tau pasti sampai saya tidak bisa berdiri  bahkan di kaki saya sendiri kalau saja ada yang membantu saya akui saya memang perlu walau saya begitu saya tidak merasa mati hanya saja ingin segera mengakhiri tapi itu dulu, sekarang tidak lagi disaat saya tau ada yang lebih sakti dari sekedar kata yang keluar dari hati dalam doa yang telah terbang tinggi dan mengantungi banyak mimpi yang sejujurnya belum terpenuhi hingga saat ini tapi dimana saat itu saya sadar diri tidak ada gunanya jika menyudahi Penulis : Mishrina Alamsyah (Kader PK IMM FIP UMJ)

[Puisi] Perpustakaan

Usang namun bermakna Penuh debu namun memberi ilmu Jarang disentuh, hanya sebuah pajangan Penuhi lemari dalam saksi bisu   Hanya mereka yang membaca Yang dapat mengenal Sumber inspirasi tak digemari Sumber referensi justru dijauhi   Tak mungkin pintar tanpa membaca Tak mungkin luas tanpa menganalisa Dangkal dalam pengetahuan Larut dalam pesona hiburan   Walaupun diam namun berjasa Memberikan cahaya pengetahuan Bagi mereka yang penasaran Terima Kasih buku Sudah menjadi bagian dari pendidikan Penulis :  Nur Irma Yanti (Mahasiswi FIP UMJ)  

[Puisi] BINGUNG

Entah aku harus apa Entah aku harus bagaimana Entah aku harus gimana Aku bingung untuk melakukan apa Aku bingung harus bagaimana Aku bingung siapa yang mampu memahami Adakah yang bisa membantu ku Adakah yang bisa mengerti diriku Adakah yang mau membersamaiku Aku tidak mudah untuk bercerita Aku tidak mudah untuk berbicara Aku tidak mudah untuk percaya Tolong aku Tolong aku Tolong aku Aku hanya ingin kamu Aku hanya ingin dirimu Dan aku tidak ingin selain dirimu Bekas ini akan sangat terasa Dan tak tahu bagaimana untuk terbiasa Bagaimana pun aku bingung Tidak tahu ingin apa sekarang Yang aku tahu Aku hanya mampu diam Entah sampai kapan aku begini Entah siapa yang mau memahami Entah siapa yang mau menemani Tapi aku sudah sangat mengerti Apa mau dari dunia ini Aku hidup disini Tapi terasa mati di dunia ini Penulis : Faqih Fairuz Akmal (Sekbid Kader PK IMM FIP UMJ Periode 2020-2021) 

DARUL ARQAM DASAR KOMISARIAT IMM FIP UMJ

Gambar
DAD atau Darul Arqam Dasar merupakan jenjang awal atau perkaderan utama yang diikuti oleh mahasiswa dari setiap Komisariat untuk menjadi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Pada tanggal 28-31 Januari 2021 Pimpinan Komisariat Fakultas Ilmu Pendidikan telah melaksanakan DAD di Pondok Zidane, Sawangan yang diikuti oleh 40 Panitia dan 48 Peserta. Ucapan terima kasih kami berikan kepada pimpinan fakultas yang telah memberikan izin untuk tetap mengadakan DAD kali ini secara offline, karena kita ketahui saat ini sedang menghadapi pandemi covid-19 namun tidak menjadikan acara ini tidak terlaksana begitu saja. Kami mengambil tema DAD  yaitu “Internalisasi Ideologi Guna Menumbuhkan Kader yang Militan”. Dengan tujuan para calon kader mempunyai sikap militan dengan paham dari semua ideologi IMM itu. Peserta awal yang daftar dan telah menyelesaikan tahap screening berjumlah 74 peserta hingga pada akhir  keberangkatan berjumlah 48 peserta. Demi kelancaran kegiatan kami telah memastikan

[Puisi] Manusia Seperti TUHAN

Tuhan memberiku banyak rintangan Dari banyaknya perjuangan yang tak pernah terselesaikan Banyak ego yang tak bisa dikendalikan Entah harus seberapa kali ku tekankan Semesta sudah berapa banyak yang ku keluhkan Hati dan pikiran yang melelahkan Juga fisik yang tak lagi bisa disandarkan Aku ini manusia Bukan hewan ataupun benda Yang seenak jidat dimaki tanpa sebab Yang katanya selalu dirangkul Nyatanya malah dipukul Yang katanya selalu disayang Nyatanya malah dibuang Kau ini manusia atau binatang? Seperti manusia yang tak punya pikiran Mencaci tanpa tau sana sini Lihatlah yang kau sebut paksaan itu menghasilkan Nyatanya malah menyesatkan Nafsu yang berlumuran Hilang sekejap tanpa akal sehat  Tuhan Suatu hari aku akan bungkam Dengan segala ketidak adilan Ambisi yang tidak lagi ku inginkan Dan kaki yang tak lagi berdiri berdampingan Oleh: Kholifatul Husna

[Puisi] Tears Have Dried

Semuanya yang kumiliki Perlahan semuanya tiada Selama ini ku mempercayai dia ada Tapi, semua hilang dan tak ada yang tersisa Kecewa juga tak ada gunanya Ku resapi isi hati dengan tanda tanya Raga ini lelah dengan jiwa yang patah Tapi air mata ini telah mengering Aku cinta , aku percaya , dan aku kehilangan Lelah hati dan luka yang tak mau pergi Bagai berteriak ditengah lautan Dengan deruan air mata yang telah mengering Kupunguti kepingan diriku yang patah Kehilangan arah dan menuju ke bawah Menahan lara yang semakin menduka Tapi, dan lagi air mata ini telah mengering Penulis : Nur Irma Yanti