Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

HIDUP ITU MEMANG TIDAK ADIL, JADI BIASAKAN DIRIMU YA!

Oleh: Fredriansyah (Kabid ORGAN PK IMM FIP UMJ Periode 2021-2022) Suatu hari ada seorang pria baru pulang kerja. Selesai pulang pria itu langsung mengambil motornya dan langsung berjalan ke arah kosnya. Saat di perjalanan pria itu berhenti karena lampu merah dan dia melihat anak kantoran yang lebih muda dari dia yang kerjanya baru beberapa bulan tetapi sudah bisa beli mobil mewah, orangnya populer, dan dari keluarga berada. Lalu saat ia ingin berjalan kearah kos nya, ia pun berpikir bahwa ia ingin pergi kerumah temannya saja dan mengobrol santai. Ketika sampai dirumah temannya, ia pun berbicara "Bro, tadi aku melihat anak muda padahal kerjanya baru beberapa bulan, sudah memiliki mobil mewah, jam tangan mewah, populer dikalangan orang menengah, dan dari keluarga berada. Aku sempat berpikir kalau kehidupan aku ditukar dengan kehidupan dia enak ya? Belakangan ini aku merasa takdir itu tidak adil. Aku kerja di kantor bertahun-tahun, belum punya rumah, apalagi mobil mewah, motor aku sa

RASA YANG SALAH

Oleh: Ridha Apriana (Kader IMM FIP UMJ 2020)   Aku seolah menjadi manusia paling bahagia saat bersamamu Seolah kamu lah tempat paling menenangkan  Aku mengira kau rumah Tapi... Aku seolah menjadi manusia paling menyedihkan saat kehilanganmu Aku menangis terisak-isak Waktu terbuang hanya karena sesak patah hati Aku merutuk diri Menyalahi kamu Menyalahi aku   Berdoa hanya karena patah hati? Akhirnya aku kembali sadar Aku lalai Aku terlalu mencintai manusia Aku menaruh harap hanya pada manusia yang sejatinya aku tahu manusia adalah makhluk yang selalu mengecewakan Aku diam menatap diri Kenapa aku sejatuh ini? Masa itu sudah dilalui Tapi biarlah hal itu menjadi masa lalu Kita tak akan pernah bisa memutar waktu Tak berguna jika hanya sesal tanpa perubahan bukan? Kini sudah tak perlu lagi menyalahi takdir Karena patah hati ini aku sendiri yang menciptakan Mari berbenah diri Mungkin kekecewaan hari ini akan kita syukuri kelak di hari mendatang Bukankah mata kita terbatas? Sehingga tak mampu m

TIDAK HANYA MEMBANGGAKAN DALAM SEJARAH SEPERTI CERITANYA, TETAPI JUGA DALAM BENTUK WUJUD SEPERTI KENYATAANNYA

Oleh: Shabrina Alamsyah (Sekbid TKI PK IMM FIP UMJ Periode 2021-2022)   Tidak masalah apapun motif yang membuat kita memilih IMM, karena kalau dipermasalahkan maka lucu, nantinya akan ada istilah "Ada kader muhammadiyah yang masuk karena biola" -Ahsan, Kabid RPK PC Surabaya Pergerakan tanpa prinsip perjuangan maka pergerakan tersebut hanyalah sebuah ilusi. Gerakan tercipta karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi, pergerakan yang dibarengi dengan prinsip perjuangan akan membawa ikatan menuju keseimbangan, yaitu keseimbangan antara nilai gerakan dan realitas yang dihadapi. Melihat realitas menjadi dasar terbentuknya pergerakan yang sesuai, artinya realitaslah yang menentukan pergerakan seperti apa yang sesuai untuk dijalankan. Tapi, jika pergerakan itu dijalankan karena dasar kebutuhan?! maka siapa yang paling berhak mengatakan bahwa "kita membutuhkan itu?". Karena sejatinya memang semua bergantung pada minat bukan pada kebutuhan, tetapi ada kata yang