Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

belajar dari sang pemuda

Suatu hari seorang raja mengumpulkan seluruh rakyatnya. Kemudian ia sodorkan kepada mereka sebuah gelas yang terbuat dari berlian sembari berkata, "Bahkan jika kalian semua mengumpulkan harta untuk membeli gelas berlian ini, kalian tidak akan pernah bisa membelinya. Ini adalah benda termahal seantero negeri." Semua menatap kagum. Betapa mahal dan indah gelas yang ada di hadapan mereka. Sang raja melanjutkan, "Wahai rakyatku, siapa diantara kalian yang bersedia untuk memecahkan gelas ini?" Terkaget-kaget mereka mendengarnya. "Duhai Baginda Raja, bagaimana mungkin kami tega memecahkan benda termahal seantero negeri?" Kata salah seorang dari menteri kerajaan. Yang lain menganguk setuju. "Benar, wahai raja, bukankah itu pusaka negeri ini? Kami sekali-kali tak akan tega merusaknya." Sahut yang lainnya. Suasana berubah gaduh, masing-masing berbisik kepada teman di sampingnya. Tak berselang lama, seorang pemuda muncul dari kerumunan. Ia berj

info !! semoga menjadi renungan

Marahi Anak-anak di Masjid, Hentikan Itu! Ini Bahayanya SERINGKALI orang dewasa merasa terganggu dengan kehadiran anak-anak di masjid. Pasalnya, anak-anak merupakan fase bermain bagi dirinya. Maka, di mana pun tempatnya, hanya dijadikan ajang bermain untuknya. Tak peduli meski itu sedang berada di dalam masjid dan mengganggu orang lain. Sebab, di pikiran mereka hanyalah bermain. Biasanya, banyak di antara kita yang memarahi anak ketika mereka ribut di masjid. Bahkan, ada masjid tertentu yang tidak memperbolehkan anak masuk ke dalamnya. Sehingga, seorang ibu yang memiliki anak, tidak bisa merasakan kebersamaan di dalam masjid. Inilah hal yang salah! Mengapa? Sebab, Rasulullah ﷺ tidak melakukan demikian. Rasulullah ﷺ tidak pernah memarahi anak-anak yang ribut di masjid. Bahkan, beliau melakukan hal yang membuat hati anak-anak tenang. Seperti halnya, menggendong anak ketika shalat atau pun khutbah, mempercepat shalat ketika mendengar anak yang menangis, dan masih banyak lagi hal bai