Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

FIP

FIP UMJ

MILAD 52 IKATAN.MAHASISWA MUHAMMADIYAH jayalah imm jaya !

Hari ini adalah hari bersejarah baginya, ia lahir karena tuntutan sejarah, dan setiap tuntutan sejarah adalah keniscayaan. Ia memiliki tempat yang juga istimewa dalam setiap pergolakan sejarah Bangsa. Sebab ia merupakan anak kandung dari sebuah Ormas Pergerakan yg Maha Besar dalam catatan Sejarah Indonesia. Ia menjadikan al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai basis paradigmanya, juga sebagai tuntunan dalam setiap geraknya. Ia merupakan gerakan berkemajuan yang berusaha membasmi setiap kolotisme dalam jantung kehidupan ummat pada masa-masa awal berdirinya. Sehingga itu ia ku sebut sebagai Gerakan Purifikasi yang Profetik. Ia begitu Romantik, Dialektik dan Dinamik dalam mengarungi Gelombang Sejarah yang mengamuk dalam sejarah perjalanan Bangsa. Ia mengusung Moderinitas yang berbasis pada nilai-nilai Religiusitas. Begitu lapang terhadap perbedaan, walaupun ada sebagian kecil yang masih sempit cara fikirnya. Ia begitu Futuristik walaupun masih ada saja yang Primitif. Itulah Dialektika Perge

kisah inspirasi (karena ukuran kita tak sama)

Oleh Salim A. Fillah "seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi" Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta. Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya, “Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!” Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Um